Selasa, 23 Desember 2014

The Dreamer

Jika bicara soal mimpi memang tak akan ada habisnya. Aku ingin itu.. Aku ingin ini.. Aku ingin ini itu semua banyak sekali~ Yah dia jadi nyanyi.. Tapi bener deh kita harus bermimpi kemudian biarkan Tuhan memeluk mimpi-mimpi kita. Setelah itu apa? Setelah itu usaha! Inilah yang membedakan mimpi dengan bualan. Usaha yang membedakan mimpi dengan bualan. Jadi jelaslah mengapa Rasulullah membenci pembual karena mereka hanya berangan-angan tanpa usaha.

Mimpi itu penting. Jangan bermain-main dengan mimpi. Kalau aku pribadi, perjuanganku dalam meraih mimpi merupakan bentuk syukur aku diberi kesempatan dilahirkan di dunia ini. Syukur kan bisa diwujudkan dalam bentuk apapun. Dan aku ingin bersyukur dengan membuat orang lain ingat bahwa nikmat Allah tak terbatas. Maaf melenceng dikit tapi ini penting untuk dibahas. Hal pertama yang harus dilakukan oleh "The Dreamer" setelah mereka bermimpi adalah mencari motivasi. Motivasi yang akan menjadi bahan bakar setiap kali mesin-mesin usaha kehilangan gairahnya.

"Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa." -Donny Dirgantoro, 5 cm.

Mimpi itu harus ditulis saudara-saudara. Jadikan ia tulisan sehingga kamu yakin mimpi itu bisa berwujud nyata bukan cuma mengambang di alam pikiranmu saja. Ikat dia dalam tulisan sehingga kamu terus menerus ingat bahwa ada mimpi yang harus kamu raih. Aku selalu semangat menulis mimpi, karena pada akhirnya nanti kamu akan merasa takjub betapa dirimu itu penuh dengan optimisme. Tak hanya itu kamu bisa baca mimpimu untuk meredakan gemuruh badai kegalauan.

Jika mimpi kamu besar, usahanya pun harus sama besar atau lebih besar lagi. Yakinkan Tuhan dengan usahamu. Yakinkan orang tuamu dengan tekadmu. Sampai mereka berdoa, mendoakanmu agar semua mimpimu itu tercapai. Jadilah pemenang dalam hidupmu sendiri. Bukan pecundang yang saking takutnya bermimpi pun dia enggan. Mustahil adalah kata yang haram diucapkan seorang pemimpi.

"Bermimpilah setinggi langit... Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang."- Soekarno

Satu hal lagi ciri seorang pemimpi. Pemimpi adalah pemberani. Dia berani keluar dari zona nyaman dirinya sendiri bahkan zona nyaman orang lain. Pemimpi tidak takut pada ketidaknyamanan karena yang ia takutkan adalah mimpi yang tidak tercapai dan Tuhannya. Menurutku bermimpi bukan lagi soal realistis atau tidak. Bermimpi adalah soal seberapa besar usahamu melewati batas-batas kemungkinan yang dipahami oleh orang awam. Jadikan IMPOSSIBLE jadi I'M POSSIBLE.


Sabtu, 13 Desember 2014

Aku

Aku.

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap merajang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Karya Chairil Anwar

Aku bukanlah seseorang yang hidup dengan mencucur dan mengangguki setiap perkataan orang lain. Aku hidup dengan pikiranku sendiri. Aku hidup dengan tangan dan kaki yang kugerakan sendiri. Tapi aku tidak bisa hidup tanpa hati yang selalu meresah, dan merindu.

Apa yang aku lihat aku rekam. Apa yang aku baca aku tulis. Apa yang aku rasa aku bicara. Dalam pergerakan diam berarti berkhianat. Dan aku sedang bergerak untuk melepas perih. Maka aku takkan diam sekalipun seluruh dunia menentang aku tak akan berhenti hingga Ia berkata cukup.